Uang yang dimaksud disini adalah bukan benar-benar uang receh ataupun uang kertas. Ini adalah salah satu philosophy yang mempengaruhi mind-set dan kehidupan kita dalam menghadapi masalah dalam keadaan underpressure maupun yang-biasa-biasa-saja.
Beberapa waktu yang lalu,saya mendapat sebuah tawaran yang menggiurkan di bidang tarik suara. Pastinya perasaan saat itu adalah senang,bangga dan pasti memikirkan income yang akan saya terima setiap minggu nya,karena jika dikalkulasikan,saya bisa membayar uang kuliah saya sendiri dari hasil bidang itu. Tetapi,ada saja hal yang menghambat dan melarang saya untuk terjun kedalam bidang tersebut dan mempergunakannya sebagai wadah pencarian finansial untuk saya pribadi. Kesal,marah dan merasa semua ini saya jalankan toh juga akan meringankan beban mereka. Tetapi mereka berfikir dengan usia saya yang sangat belia ini (saya juga kurang tahu,apakah dengan umur 17 tahun ini saya masih dianggap sebagai anak kecil atau sebagai perempuan labil yang belum mempunyai prinsip maupun jati diri pribadi) saya merasa,saya cukup dewasa untuk terjun dan sudah dapat membedakan mana yang benar maupun yang salah. Saya sudah paham semuanya,tetapi mengapa mereka selalu melarang melarang dan melarang. FOKUS KULIAH!!! itu yang mereka katakan setiap saat. Memamng,di kampus saya,salah satu universitas swasta di Cikarang barat mempunyai sebuah program yang menggiurkan. Dapat lulus dengan waktu kurang dari 4 tahun, kurang lebih 3 tahun 4 bulan saya sudah bisa mendapatkan gelar SE. Yah,karena saya salah satu mahasiswi jurusan management-marketting di universitas itu. Tetapi,sebagai seorang anak yang berniat untuk membantu finansial keluarga,saya sangat ingin mencoba untuk mendapatkan hasil dari apa yang saya bisa. Memang saya todak terlalu mahir bernyanyi karena saya sendiri tidak mengambil sebuah kelas vocal maupun berlatih intensif dirumah. Tapi jujur saja,team yang telah mengajak saya itu adalah salah satu band top-40 yang ternama di Jabodetabek. Nah,ini lah yang saya singgung tentang dua sisi mata uang.
Menurut saya,hal ini adalah baik. Berfikiran bahwa jika saya membantu finansial keluarga,saya dapat membanggakan orang tua dan tidak perlu merepotkan keluarga. Lalu saya dapat menjalankan hidup saya sendiri tanpa meminta apa-apa pada keluarga. Saya anak putri sulung,kebanyakan anak sulung mempunyai pemikiran untuk membantu ini itu,apapun keahlian dan bidang yang dibisa. Bisa dibilang,saya murka ingin rasanya keluar dari tempat itu dan pergi terus menerus ke tempat dimana saya dapat menjalankan hidup sendiri. Inilah keegoisan saya. yang terus menerus menyalahkan orang lain dan hanya melihat pembicaraan dan nasehat mereka dari sudut pandang tunggal. Yaitu satu sisi mata uang yang saya lihat. Misalkan saja uang receh 500 an perak, saya hanya melihat satu sisi yaitu sisi burung garuda saja. Sedangkan orang orang itu berkata dan berada pada sudut 500. Saya keras dengan fikiran,spekulasi dan opini yang ada di otak panas ini yang melihat hal ini hanya dalam 1 sisi garuda. Lalu demikiannya dengan mereka,yang sama kerasnya dengan satu sisi 500 itu. sekarang saya baru menyadari,ternyata saat itu saya masih harus banyak belajar,apalagi ada salah satu kawan senior yang berkata "jangan pernah melihat suatu masalah dari satu sisi. karena kita juga harus melihat satu sisi nya lagi,sisi menurut orang lain. jika dia tidak dapat memahami kita dan terlalu bersikeras dengan opini nya,maka kita yang harus mengalah dan mencoba bijak. jangan menjadi orang yang terpengaruh dan terpaku oleh satu sisi. Itu childish dan bukan orang yang dewasa dalam mengambil sikap. Dan kesimpulannya,lihatlah mata uang,mereka selalu tercetak dalam dua sisi. Tarik lah kesimpulan dari mata uang. Bahwa hidup tidak bisa hanya berada dalam satu sisi opini. hakekatnya,otak manusia mempunyai daya tampung dan pemikiran berbeda,termasuk emosi yang berbeda. jangan menyamakan individu dengan individu yang lain. yang jelas-jelas berbeda."
Sempat tercengang dan berfikir betapa bodohnya saya yang berfikir terlalu childish. Mereka melarang juga memang untuk kebaikan saya. Mereka sayang dan tidak ingin saya terjerumus dalam kehidupan malam. walaupun bidang tarik suara itu saya suka,tetapi jika sudah menyangkut hal-hal yang tidak direstui oleh orang yang sangat saya sayang di dunia ini,saya tidak akan main-main lagi. saya akan mencoba,membuktikan pada mereka yang mendiktaktor kan saya untuk fokus kuliah. Baiklah,sekarang waktunya kedewasaan dan kebijakan yang berbicara. Emosi dan keegoisan sudah tidak berlaku dalam masalah seperti ini. Dan yang perlu diketahui lagi, kedewasaan bukan dilihat dari seberapa banyak waktu yang telah dihabiskan didunia. Tetapi seberapa banyak pemikiran dan philosophy dari masalah-masalah yang pernah ia lalui. Lalu,jangan pernah lari dari masalah, untuk mereka yang mengaku dewasa,hadapi dan selesaikanlah. Jangan menjadi pecundang yang hanya membuat masalah lalu pergi dan melemparkan masalah ke orang lain yang tidak tahu menahu.
Kesimpulan dari postingan saya kali ini adalah,saya akan selalu mengingat dan menerapkan teory
"dua sisi mata uang".