i looked at you

i looked at you
i looked at you

i'm limited! ^^

Don't ever compare one individual to the another one. People are nothing have a samethings.

Kamis, 24 Desember 2009

Mengapa Bangsa Sumeria sejak 6.000 tahun yang lalu mengetahui telah ada 10 planet di tata surya kita, sedangkan kita hanya mengenal 9 planet?

Inilah susunan tata surya kita. Jarak rata-rata Matahari ke Bumi adalah 150 juta km
(150.000 x jarak dari Merak ke Banyuwangi). Jarak Matahari ke Pluto 5,86 milyar km.
Jarak Matahari ke Bumi disebut 1 AU (1 Astronomoical Unit) atau 149.597.870,61 km.


Astronomi Modern hanya mengenal 9 planet yang mengelilingi matahari dan 1 bulan yang mengelilingi bumi,
ditambah beberapa bulan lagi yang mengelilingi planet-planet lain selain bumi.



Bangsa Sumeria yang terletak di Irak Selatan, telah mengenal adanya Planet X (yang ke 10).

Gambar pada artifak ini menunjukkan adanya matahari yang dikelilingi oleh 10 planet dan 1 bulan.

Lalu, selama ini kemana planet yang ke 10 tersebut?



Perkiraan Lintasan Planet X / Nibiru

Lintasan Nibiru hampir tegak lurus terhadap lintasan planet-planet lainnya yang mengelilingi matahari,

dengan sudut kemiringan sekitar 30 derajat. Nibiru akan masuk dari bagian selatan matahari dan bumi,

lau kembali dari utara matahari dan bumi serta akan kembali 3.600 tahun lagi.



Dimana bintang-bintang dilahirkan?

Silahkan membaca penjelasan dibawah gambar.



TIANG-TIANG PEMBENTUK BINTANG YANG BERISI "TELUR-TELUR" BINTANG

Bintang adalah sebuah bola plasma (gas yang terionisasi) yang padat dan bersinar. Bintang terdekat ke Bumi adalah Matahari, yang menyediakan energi terbesar untuk bumi. Kita dapat melihat ribuan bintang-bintang dilangit malam yang cerah. Sebuah bintang dapat bersinar karena adanya reaksi termonuklir di pusat bolanya yang melepaskan energi dan radiasi serta memancarkannya keluar angkasa.

Gambar apakah yang anda lihat diatas? Batu karang dibawah laut? Istana tua yang memikat? Ular ruang angkasa? Pemandangan yang mengerikan ini sebenarnya adalah pilar-pilar gas dan debu-debu hidrogen, yang merupakan inkubator dari "bayi" bintang-bintang baru. Pilar-pilar yang menonjol ini adalah sebagian dari "Eagle Nebula" (Nebula Rajawali) yang juga disebut M16, yaitu obyek ke 16 dari obyek-obyek bukan komet yang terdapat di katalog Charles Messier pada abad ke 18. Eagle Nebula ini terletak di daerah pembentuk bintang yang berjarak 7.000 tahun cahaya dan berada di konstelasi Serpens. Catatan: 1 tahun cahaya = 9.460.800.000.000 km (9,46 triliun km).

Bintang-bintang di Konstelasi Serpens



Manusia biasa mengasosiasikan sekelompok bintang
dengan bentuk-bentuk mahluk nyata maupun maya

Sadarkah anda bahwa banyak manusia yang merasa hebat atau jagoan didunia ini, tetapi ia hanyalah merupakan sebuah titik yang teramat mikro di alam semesta. Lihatlah contoh satu titik diatas, besarnya dapat sama atau lebih besar dari tata surya kita (Matahari s/d Pluto).

Pilar-pilar ini merupakan awan-awan padat yang terdiri dari gas hidrogen molecular (dua atom hidrogen dalam setiap molekul) dan debu yang telah bertahan cukup lama dibandingkan sekelilingnya yang datang dari banjir radiasi cahaya ultraviolet dari bintang-bintang panas dan padat yang baru lahir (lihat bintang berwarna pink di kiri atas gambar). Proses ini disebut "photoevaporation". Cahaya ultraviolet ini juga berfungsi untuk menyinari pilar-pilar yang terlihat kusut dan juga gas panas yang memancar dari permukaannya, yang menghasilkan efek visual yang dramatis dan menekankan bentuk tiga dimensi dari awan-awan gas tersebut. Pilar tertinggi yang disebelah kiri dari ujung atas kebawah, jaraknya adalah sekitar 1 tahun cahaya (9.461 milyar kilometer), dan merupakan ibu kandung dari ribuan bintang-bintang yang akan lahir.

Karena secara bertahap pilar-pilar tersebut akan menyusut akibat adanya sinar ultraviolet, bola-bola gas kecil atau yang lebih padat yang terdapat didalam pilar akan terlihat. Bola-bola kecil ini disebut "EGGs" (telur-telur). EGGs adalah singkatan dari "Evaporating Gaseous Globules" atau "Bola-bola gas yang sedang menguap". Beberapa dari EGGs ini merupakan janin atau cikal bakal dari bintang-bintang, yaitu bintang-bintang yang secara tiba-tiba berhenti tumbuh pada saat EGGs terbuka dan terpisah dari cadangan gas yang lebih besar. Bagaimanapun juga, bintang-bintang baru akan tumbuh dari EGGs.

Gambar diatas diambil pada tanggal 1 April 1995 dengan Hubble Space Telescope Wide Field dan Planetary Camera 2. Merah menunjukkan emisi dari atom-atom sulfur yang terionisasi. Hijau berasal dari emisi hidrogen. Biru berasal dari emisi atom-atom oxigen yang terionisasi ganda.

Sumber: NASA dan STSCI.EDU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar