i looked at you

i looked at you
i looked at you

i'm limited! ^^

Don't ever compare one individual to the another one. People are nothing have a samethings.

Jumat, 23 Desember 2011

Dua sisi mata uang

Uang yang kita tau adalah alat atau media yang digunakan oleh manusia sebagai alat tukar resmi dalam suatu negara. Tetapi,dibalik itu semua ada perumpamaan lain yang sangat dekat dengan diri kita pribadi,kehidupan kita dalam bersosialisasi maupun hanya cara untuk menilai seseorang.

Uang yang dimaksud disini adalah bukan benar-benar uang receh ataupun uang kertas. Ini adalah salah satu philosophy yang mempengaruhi mind-set dan kehidupan kita dalam menghadapi masalah dalam keadaan underpressure maupun yang-biasa-biasa-saja.

Beberapa waktu yang lalu,saya mendapat sebuah tawaran yang menggiurkan di bidang tarik suara. Pastinya perasaan saat itu adalah senang,bangga dan pasti memikirkan income yang akan saya terima setiap minggu nya,karena jika dikalkulasikan,saya bisa membayar uang kuliah saya sendiri dari hasil bidang itu. Tetapi,ada saja hal yang menghambat dan melarang saya untuk terjun kedalam bidang tersebut dan mempergunakannya sebagai wadah pencarian finansial untuk saya pribadi. Kesal,marah dan merasa semua ini saya jalankan toh juga akan meringankan beban mereka. Tetapi mereka berfikir dengan usia saya yang sangat belia ini (saya juga kurang tahu,apakah dengan umur 17 tahun ini saya masih dianggap sebagai anak kecil atau sebagai perempuan labil yang belum mempunyai prinsip maupun jati diri pribadi) saya merasa,saya cukup dewasa untuk terjun dan sudah dapat membedakan mana yang benar maupun yang salah. Saya sudah paham semuanya,tetapi mengapa mereka selalu melarang melarang dan melarang. FOKUS KULIAH!!! itu yang mereka katakan setiap saat. Memamng,di kampus saya,salah satu universitas swasta di Cikarang barat mempunyai sebuah program yang menggiurkan. Dapat lulus dengan waktu kurang dari 4 tahun, kurang lebih 3 tahun 4 bulan saya sudah bisa mendapatkan gelar SE. Yah,karena saya salah satu mahasiswi jurusan management-marketting di universitas itu. Tetapi,sebagai seorang anak yang berniat untuk membantu finansial keluarga,saya sangat ingin mencoba untuk mendapatkan hasil dari apa yang saya bisa. Memang saya todak terlalu mahir bernyanyi karena saya sendiri tidak mengambil sebuah kelas vocal maupun berlatih intensif dirumah. Tapi jujur saja,team yang telah mengajak saya itu adalah salah satu band top-40 yang ternama di Jabodetabek. Nah,ini lah yang saya singgung tentang dua sisi mata uang.

Menurut saya,hal ini adalah baik. Berfikiran bahwa jika saya membantu finansial keluarga,saya dapat membanggakan orang tua dan tidak perlu merepotkan keluarga. Lalu saya dapat menjalankan hidup saya sendiri tanpa meminta apa-apa pada keluarga. Saya anak putri sulung,kebanyakan anak sulung mempunyai pemikiran untuk membantu ini itu,apapun keahlian dan bidang yang dibisa. Bisa dibilang,saya murka ingin rasanya keluar dari tempat itu dan pergi terus menerus ke tempat dimana saya dapat menjalankan hidup sendiri. Inilah keegoisan saya. yang terus menerus menyalahkan orang lain dan hanya melihat pembicaraan dan nasehat mereka dari sudut pandang tunggal. Yaitu satu sisi mata uang yang saya lihat. Misalkan saja uang receh 500 an perak, saya hanya melihat satu sisi yaitu sisi burung garuda saja. Sedangkan orang orang itu berkata dan berada pada sudut 500. Saya keras dengan fikiran,spekulasi dan opini yang ada di otak panas ini yang melihat hal ini hanya dalam 1 sisi garuda. Lalu demikiannya dengan mereka,yang sama kerasnya dengan satu sisi 500 itu. sekarang saya baru menyadari,ternyata saat itu saya masih harus banyak belajar,apalagi ada salah satu kawan senior yang berkata "jangan pernah melihat suatu masalah dari satu sisi. karena kita juga harus melihat satu sisi nya lagi,sisi menurut orang lain. jika dia tidak dapat memahami kita dan terlalu bersikeras dengan opini nya,maka kita yang harus mengalah dan mencoba bijak. jangan menjadi orang yang terpengaruh dan terpaku oleh satu sisi. Itu childish dan bukan orang yang dewasa dalam mengambil sikap. Dan kesimpulannya,lihatlah mata uang,mereka selalu tercetak dalam dua sisi. Tarik lah kesimpulan dari mata uang. Bahwa hidup tidak bisa hanya berada dalam satu sisi opini. hakekatnya,otak manusia mempunyai daya tampung dan pemikiran berbeda,termasuk emosi yang berbeda. jangan menyamakan individu dengan individu yang lain. yang jelas-jelas berbeda."

Sempat tercengang dan berfikir betapa bodohnya saya yang berfikir terlalu childish. Mereka melarang juga memang untuk kebaikan saya. Mereka sayang dan tidak ingin saya terjerumus dalam kehidupan malam. walaupun bidang tarik suara itu saya suka,tetapi jika sudah menyangkut hal-hal yang tidak direstui oleh orang yang sangat saya sayang di dunia ini,saya tidak akan main-main lagi. saya akan mencoba,membuktikan pada mereka yang mendiktaktor kan saya untuk fokus kuliah. Baiklah,sekarang waktunya kedewasaan dan kebijakan yang berbicara. Emosi dan keegoisan sudah tidak berlaku dalam masalah seperti ini. Dan yang perlu diketahui lagi, kedewasaan bukan dilihat dari seberapa banyak waktu yang telah dihabiskan didunia. Tetapi seberapa banyak pemikiran dan philosophy dari masalah-masalah yang pernah ia lalui. Lalu,jangan pernah lari dari masalah, untuk mereka yang mengaku dewasa,hadapi dan selesaikanlah. Jangan menjadi pecundang yang hanya membuat masalah lalu pergi dan melemparkan masalah ke orang lain yang tidak tahu menahu.

Kesimpulan dari postingan saya kali ini adalah,saya akan selalu mengingat dan menerapkan teory
"dua sisi mata uang"
.

Jumat, 20 Mei 2011

terbesit............

ketika kamu berharap pada suatu hal,pada suatu pintu untuk dapat membuka dan menerimamu. tetapi kenyataan yang didapat,pintu tersebut terbuka perlahan,namun langsung disentakkan tertutup kencang. kencang sekali hingga tulang penstabil telinga bergetar nyaris lepas.
perih namun melegakkan. semua harapan yang ada,terombang ambing selama menunggu sang pemilik pintu itu menerima kedatangan. namun kenyataan yang didapat apa? kepastian yang mungkin hal itu bukan yang terbaik.
kecewa pasti. sedih lalu sakit itu pasti. hal itu manusiawi
tak ada yang dapat secara instant mengerti maupun menerima kekecewaan yg sangat mendalam
kembali pada sebuah kata-kata yg sering kita dengar,namun sulit untuk dilaksanakan
"manusia boleh saja berencana dan berusaha,tetapi semua jawaban yang terbaik adalah tuhan yang menjawab" Allahu alam.
untuk kembali berusaha,pasti rasanya sangat enggan. seperti batu seberat 500 ton menggelayoti kepala maupun kaki kita untuk melangkah jauh kedepan.
sering terbesit dipikiran
"sungguh nikmat orang-orang yang dapat dengan mudah meraih apa yg diinginkan. mengapa aku selalu susah? mengapa aku selalu harus berusaha lebih maksimal dari mereka? mengapa tuhan tidak adil? mengapa Ia pilih kasih?"
sesungguhnya Tuhan itu adil, dan tidak pilih kasih. hanya emosi syaiton yang berfikir seperti itu.
mungkin Allah sayang dengan hambanya yang selalu ia kasih cobaan.
mungkin Allah kira,hambanya dapat melalui semuanya. karena hambanya itu termasuk orang-orang yang kuat.
setiap permasalahan yang Allah kasih, tidak mungkin melebihi batas kemampuan hambanya.
yaaa! aku sebagai hambanya yang penuh dengan kekurangan, sangat mempercayai hal itu.
dan apa yang orang-orang dapati,mungkin itu tidak akan sepadan dengan apa yang akan aku dapat nanti. mungkin Allah punya rencana lain. mungkin Allah memang sudah mentakdirkan kita sebagai umatnya untuk mengikuti apa kata hati. mungkin apa yang menurut kita baik, belum tentu baik di mata Allah. karena Allah pasti punya yang lebih baik dari itu.
tidak ada satu orang pun yang dapat mengetahui apa-apa rencana dari Allah.

terpuruk disini

surakarta

Terekam jelas
semua nampak tak kasat mata
harumnya, pelukan lembut sebuah berlian tak bersinar
genggaman kenyamanan yang tak dapat dirasa di
ibukota individualis
liberalisme dan layaknya kriminalis
sebersit namun pasti
alunan gamelan kuno bertemakan ethnic terngiang
terbang bersama hembusan nafas,namun terhirup kembali hingga arteri mengalir keseluruh tubuh
"prihatin" hanya kata yg deskripsikan sang maha ibukota
aku memang minoritas
bukan yang pertama layaknya membohongi
kepribadian di ibukota
ketenangan,keramahan,canda tawa ethnic jawa
telah mendapatiku nyaman namun lebih
bukan, aku bukan suku jawa
tetapi slamet riyadi dan seisinya telah menyihirku
tak dapat ku menampik
rindu akan kembali surakarta

angkringan

Roda-roda dikedua sisi kian pasif
namun kedua kaki tetap aktif menyandarkan sanggahan
tertatih,peluh deras,memutih karena senja tlah menjemput
aspal hina disulap oleh bahan plastisin biru tebal si penyerap dingin
detik demi detik, menit hingga lebih 60
tengak tengok jl.slamet riyadi untuk mempersiapkan diri
menjamu sang raja
satu,dua,tiga hingga puluhan bertengger manis
layaknya ikan menanti mangsa
si pemilik roda pasif kian mneyunggingkan tawa
riang angkringan membawa hasil manis untuk adinda dirumah


solo-4 july 2010